Saturday, May 24, 2014

LIDAH, UJUNG TOMBAK HATIMU




Sebagai muaranya panca indera, hati merupakan tampungan kebaikan dan kejahatan yang diperbuat oleh anggota tubuhnya. Apa yang sering dilihat, didengar, dibicarakan dan apa yang difikirkan... maka itulah yang akan berkesan dihati. Apabila kebiasaan bicara, mendengar, melihat dan berfikir , yang baik maka baik pulalah hatinya, dan apabila baik hatinya maka akhlaknyapun juga akan baik.

Berikut saya akan sedikit mengungkapkan beberapa hadits tentang pentingnya menjaga lidah sebagai salah satu pembentuk karakter dalam kehidupan seseorang. Ibaratnya sebuah teko atau tempat minum, apabila dituangkan dari mulutnya adalah susu maka yakinlah bahwa didalamnya adalah susu, dan jika yang keluar itu kopi maka pasti teko itu berisi kopi juga didalamnya. 

Wednesday, May 21, 2014

BAGIAN-BAGIAN HATI



Berikut ini adalah beberapa penjelasan tentang beberapa lapisan hati, yang sebagian dijelaskan dalam beberapa hadits. Ada beberapa pendapat tentang lapisan yang membagi hati secara ruhani atau spiritual.

Pertama diungkapkan oleh Kang Zein, Senior Trainer Komunikasi Hati di ABCo Training Center bernama lengkap Zen el-Fuad dalam bukunya Sinergi Semesta. Beliau mengutip sebuah hadits yang berbunyi … Ketahuilah bahwa di dalam jasad manusia terdapat segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasadnya. Dan jika ia jelek, maka jelek pula seluruh jasadnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah QOLBU (HR. Bukhori dan Muslim).

Tuesday, May 20, 2014

ANUGERAH TERPENTING




Ketika engkau ditanya anugerah apakah yang paling penting bagimu? Tentu masing-masing kita akan berbeda jawabnya. Ada yang menyebut kesehatan, umur panjang, harta pangkat atau mungkin juga nikmat iman dan islam. Terlepas dari itu semua, coba lihatlah pada dua anugerah Allah yang sudah tidak kita perhatikan.

Terlebih dulu saya ingin mengisahkan dua ibrah (contoh) sebagai pengantar kesimpulan anda nantinya. Sebuah kisah menarik yang terdapat dalam kitab Thaharotul Qulub karya Al Arif Billah Syeikh Abdul Aziz Bin Ahmad bin Said.

Menceritakan tentang salah satu perjalanan Syeikh Abdul Warid Bin Zubad. Bahwa beliau dalam satu waktu pernah melakukan perjalanan menelusuri kota, gunung, dan tempat-tempat lain dalam rangka mencari ilmu hikmah dari para guru sufi. Dan tibalah di sebuah gunung yang mana Syeikh Abdul Warid bertemu seorang kakek tua yang buta, tuli dan tidak memiliki sepasang kaki ataupun tangan. Kakek tersebut sedang beribadah dengan khusuk.